Senin, 18 November 2019 | 11:03 WIB

Kegiatan Yang Dilakukan Tiap Subsektor di Wilayah Sektor 21 Citarum Harum

foto

Ken Zanindha

 BANDUNG, indoartnews.com ~ Satgas Citarum Harum Subsektor 17 Solokanjeruk yang berada dibawah pimpinan Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat, mengecek pembuangan limbah/outlet pabrik tekstil yang berada di setiap Subsektor di wilayah Sektor 21, Jumat (4/10/2019) 

Pengecekan itu, kata Dansektor 21, untuk memastikan kepatuhan pengusaha pabrik tekstil terhadap komitmennya dalam program Citarum Harum dengan upaya IPAL pabriknya mengolah limbah menjadi air yang bersih dan bening.

Dengan hanya melihat kebeningan air di outlet/ekualisasi dan ikan bisa hidup di outlet, menunjukkan air oulet bersih dan itu memberi isyarat pengusaha telah mematuhi Perpres No. 15/2018. Parameternya, ikan bisa hidup di outlet.

Perusahaan yang dikunjungi di beberapa Subsektor itu diantaranya, PT. Central Sandang Prima dan PT. Natatex Prima di wilayah Subsektor 15 Sumedang.

PT. IKA Food dan PT. Celebiet Circuit Teknologi Indonesia di wilayah Subsektor 02 Cileunyi.

PT Weharima Langgeng Lestari (WEL) dan PT Pranata Jaya Abadi (PJA) di Subsektor 7 Cisangkuy.

PT. Filamindo dan PT. Yoksire di wilayah Subsektor 16 Cicalengka.

CV. CMW Washing, milik H.Ahyar di Kmp.Cikundul Rt 03/09 Desa Kopo Kec.Kutawaringin wilayah Subsektor 12 Soreang 

PT. Deong Heung, PT. Hyonjintex dan PT. Micro Garmen di wilayah Subsektor 17 Solokanjeruk.

PT. Budi Agung dan PT. Wiratama di wilayah Subsektor 01 Rancaekek.

PT. Central Georgette Nusantara, PT. Pangjaya dan PT. Sinar Button di wilayah Subsektor 13 Cimahi Selatan.

Dari hasil pengecekan itu, kata Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat, semua outlet di perushaan-perusahaan tersebut di atas airnya bersih dan bening sehingga ikan koi dan ikam mas pun bisa hidup di outletnya.

Sedangkan di Subsektor 06 Citepus pengerukan sedimentasi dengan menggunakan alat berat dua Excavator dan tiga truk, mengeruk, mengangkut hasil sedimentasi dari sungai Citepus di Desa Cangkuang Wetan Kec. Dayeuhkolot hingga saat ini masih berjalan. **