Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:49 WIB

Balon Rektor Unpad 2019-2024 Toni Toharudin Inginkan Unpad Lebih Mendunia

foto

Elly Susanto

KAB. BANDUNG, indoartnews.com - Salahsatu peserta penjaringan bakal calon Rektor Unpad 2019-2024, Dr. Toni Toharudin M.Sc, mengungkapkan jika dirinya terpilih menjadi Rektor Unpad nanti bertekad akan mewujudkan perguruan tinggi Unpad semakin mendunia, hal itu ia paparkan saat berada di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung, Selasa (3/9/2019).

"Seharusnya diciptakan manajemen berbasis komunitas. Ini memungkinkan seluruh civitas akademika punya tanggung jawab demi memajukan Institusi, selain itu wujudkan pola kepemimpinan yang mengayomi, serta arahkan civitas akademika berkarya secara optimal", kata Toni. 

Menurut Toni prinsipnya pemimpin itu harus menjadi komunikator handal dan efektip. 

"Percayalah, ini akan menjadikan tim merasa aman, dan memunculkan partisipasi aktif yang natural”, kata dosen statistika FMIPA UNPAD.

Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang juga aktivis lingkungan hidup dan budaya bergairah untuk pengembangan budaya Sunda khususnya. Toni berkomitmen Unpad dengan ciri khas sebagai salah satu center of excellence di Jabar.

”Pendidikan bahasa dan budaya Sunda, harus dikembangkan hingga diminati oleh mahasiswa asing, misalnya. Program S-3 dengan dukungan beasiswa memadai untuk berbagai program studi harus lebih digalakkan", katanya. 

Selain itu, Toni masih memberikan perhatian pada pentingnya transparan, akuntabel, reformulasi kebijakan renumerasi, termasuk peningkatan kesejahteraan pegawai.

Toni beranggapan arus membawa Institusi UNPAD menjadi Perguruan Tinggi dengan daya saing tinggi (global). 

Caranya, timpal dia melalui peningkatan jumlah publikasi dan inovasi di bidang pengetahuan dan teknologi kedepan, harus bisa menjadi Pusat Pengembangan Inovasi Keilmuan.

Toni harus melahirkan generasi unggul, sehingga Kita bahu membahu membangun jejaring dengan peneliti terbaik kelas dunia. 

Di antaranya, timpal dia melakukan akselerasi publikasi Internasional, pun membentuk International Advisory Board pada setiap level.

"Ini demi akselerasi riset. Semua ini mewujud berupa hasil riset multidisiplin yang khas dan mendunia”, tandasnya.

Toni berkeinginan mengupayakan peningkatan dan percepatan program doctor melalui penerapan pemberian beasiswa program doktoral (S3). 

"Bebaskan biaya kuliahnya, dengan mempersyaratkan terbit di jurnal bereputasi minimal 3 kali selama mengikuti pendidikan”, tutupnya.

Elly