Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:49 WIB

Pin Emas untuk DPRD Jabar: Atribut Melekat hingga Apresiasi

foto

Administrator

Pemberian pin emas untuk 100 anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 sudah sesuai aturan yang berlaku. Pengadaannya baru dilakukan di akhir masa jabatan karena berkaitan ketersediaan anggaran.

Fasilitas pin emas ini memang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 14 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Jabar. Setiap anggota dewan diberikan pin emas lima gram.

Selain mendapat pin emas, anggota dewan juga mendapat fasilitas lainnya seperti pakaian sipil, pakaian sipil resmi, pakaian sipil lengkap, dinas harian, baju ciri khas daerah, dan songkok.

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari menuturkan sejak awal menjabat belum pernah mengenakan pin emas. Selama ini, sambung dia, hanya menggunakan fasilitas termasuk pin berbahan kuningan.

"Memang periode saya sampai sekarang belum pernah mendapatkan pin emas. Tapi dalam aturan ada, didapatkan lima tahun sekali," kata Ineu, Sabtu (24/8/2019).

Politisi PDIP tersebut tidak mempersoalkan waktu pemberian pin emas tersebut kepada anggota dewan. Dia memahami karena anggaran pengadaannya baru tersedia di tahun 2019.

"Karena kebetulan anggarannya baru di tahun 2019 dianggarkan DPRD nya seperti itu," tutur Ineu yang kembali terpilih di periode 2019-2024.

Berbeda dengan Ineu, Wakil Ketua DPRD Jabar Ifran Suryanegara menganggap pemberian pin emas tersebut bentuk apresiasi terhadap pengabdian selama lima tahun. Karena selama ini pin yang digunakan hanya kuningan.

Mungkin suatu penghargaan dari daerah kepada teman-teman dewan yang sudah mengabdi 5 tahun," kata Irfan

Politisi Demokrat ini menegaskan pemberian pin tersebut disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Jangan terlalu dipaksakan.

"Secara pribadi mengatakan kalau tidak memberatkan terima kasih, kalau memberatkan gak usah dibagi. Mungkin temen-teman dpdr tidak begitu memahami (soal pin) itu. Tau-tau dapat aja," jelas Irfan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil tak mempersoalkan pemberian pin emas tersebut. Ia menilai pemberian pin emas itu bisa sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada anggota dewan.

"Apresiasi dalam 5 tahun kinerja saya kira atlet saja ada kadeudeuh, yang penting mah wajar saja itu mah budaya Timur. Saya gak masalah selagi tak melanggar aturan," tutur RK.