Minggu, 22 September 2019 | 21:58 WIB

Pembangunan IPAL Mandiri PT Alenatex Saat Ini Mencapai 90 Persen

foto

Elly Susanto

Dansektor 21 Citarum Harum Kol. Yusep Sudrajat saat meninjau pembangunan IPAL PT Alenatex Jl. Mohamad Toha Bandung, Senin 13 Agustus 2019.

BANDUNG, indoartnews.com - PT Alenatex sedang membangun instalasi pengolah air limbah (IPAL) mandiri di lahan seluas 4.000 M2 dengan biaya mencapai Rp. 15 miliar. Ini, kata manajemen pabrik, karena selama ini pabrik membuang limbah melalui IPAL komunal di Cisirung.

Saat meninjau awal pembangunan IPAL PT. Alenatex beberapa waktu lalu, Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat menyatakan apresiasinya kepada manajemen pabrik. "Sektor 21 tentu mengapresiasi atas itikad baik dari manajemen pabrik dan semoga menjadi pemicu bagi pabrik lain," harap Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat. 

Ia menambahkan, manajemen pabrik sangat mendukung program Citarum Harum dan sebagai buktinya, manajemen pabrik secara sungguh-sungguh membangun IPALnya.

"Mulai dari penyediaan lahan kosong seluas 4.000 M2 membangun IPAL yang hingga kini pembangunannya sudah 10 bulan. Melalui IPAL ini air yang diolah dapat dimanfaatkan kembali untuk produksi pabrik", tegas Kol. Yusep saat ceking ulang ke PT Alenatex, Senin (13/8/2019).

Sedangkan jajaran Satgas Subsektor 05 Cikapundung yang dipimpin Dansubsektornya Serda Tanto Mujiyanto selalu ceking pembangunannya di samping berpatroli sungai yang ada di area pabrik karena sungai Cipalasari melintasi wilayah pabrik. 

Manajemen pabrik itu sendiri, Ronny, menyatakan, saat program Citarum Harum digulirkan oleh Presiden Joko Widodo, merasa ini waktunya berbuat sesuatu untuk lingkungan kita dan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Terkait investasi yang dilakukan perusahaannya, Ronny mengatakan, untuk membangun IPAL di lahan seluas 4.000 M2 dimaksudkan agar dapat menampung limbah yang lebih baik dan airnya bisa digunakan lagi.**