Minggu, 22 September 2019 | 22:00 WIB

Dansektor 21 Akan Tindak Tegas Pabrik Pembuang Limbah ke Sungai

foto

Ken Zanindha

CIMAHI, indoartnews.com - Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Yusep Sudrajat tetap menindak tegas melalui jalur hukum jika ada pabrik kepergok membuang limbah kotor ke sungai. Karena telah ada komitmen antara Satgas Citarum Harum dengan para pengusaha pabrik yang berdomisili di wilayah Sektor 21.

Penegasan kembali upaya tindakan Dansektor 21 itu dikemukakan Selasa (30/7) saat ceking ke industri PT. Trisulatex di Jl. Mahar Martanegara Kota Cimahi. Dansektor menilai Trisulatex tetap menjaga komitmennya tentang hasil IPALnya yang tetap jernih dengan tanda, ikan bisa hidup di bak IPALnya.

Menurut Kol. Yusep, bagi pabrik atau industri yang kepergok membuang limbah kotornya ke sungai akan tetap ditindak dan akan dibawa ke ranah hukum yang akan ditangani oleh Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup hingga sampai ke Pengadilan.

Sampai saat ini, katanya, sudah ada 2-3 industri yang ditindak secara hukum melalui Kepolisian dan DLH. "Kami tetap menunggu sidang di Pengadilan karena kami bertindak berdasarkan Perpres No. 15 tahun 2018, tidak di luar itu," tegas Kol. Inf. Yusep Sudrajat.

Dengan Perpres itu sebagai pegangan dalam program Citarum Harum, Satgas Sektor 21 berusaha ingin mewujudkan kembali sungai Citarum yang jernih sebagaimana sediakala sehingga selain bisa dipergunakan untuk pertanian, petani ikan dan listrik juga bisa kembali untuk mandi dan mencuci warga sekitarnya.

Karena itu, kata Dansektor 21, kepada segenap pengusaha pabrik dan industri jangan sampai terjadi main kucing-kucingan dengan pelaksana tugas di Sektor 21 yang tersebar di 18 Subsektor.

SEGERA RECYCLE

Sementara itu, Wagiyono, Direktur PT. Trisulatex Industry Tbk, mengarakan, perusahaannya merupakan industri yang berusaha dalam pencelupan uniform jadi. Saat ini, katanya, perusahaannya yang kini sudah industri Tbk, proses filtrasinya menggunakan kimia kemudian biologi dan kimia lagi. Sedangkan saat ini juga sedang dalam proses recycle water, menyiapkan IPALnya untuk recycle dan baru mencapai 10% sehingga debit air yang bisa dibuang ke sungai sesuai ijin sebanyak 800 s/d 1.000 M3 bahkan kini dipersiapkan untuk 3.500 M3.

Perusahaannya yang sudah berjalan 52 tahun, kata Wagiyono, salut dengan kinerja Dansektor 21 yang selalu mengontrol pabriknya dan ia sangat wellcome karena sesuai komitmen yang dibuat bersama.

Kepada rekan-rekan sesama usahanya, ia juga menghimbau agar jangan sampai terjadi kucing-kucingan segeralah merecycle IPALnya. Karena air permukaan sungai-sungai Kota Cimahi sudah menurun. Dengan demikian jangan lagi buang limbah ke sungai dan satu-satunya dengan recycle.**