Minggu, 22 September 2019 | 21:56 WIB

Alber Keruk Sedimentasi di Sungai Cipamokolan Hasilnya Diurug ke Sawah Warga

foto

Ken Zanindha

BANDUNG, indoartnews.com - Sebuah Alat berat Excavator PC 200 dan 13 buah dumtruck yang masuk ke Kp. Ciputat Jembatan Baru RT 07 RW 04 Desa Tegalluar Kec Bojongsoang wilayah Subsektor 21-03 Cipamokolan pada hari Senin, 8 Juli 19, mulai hari Sabtu 27 Juli 19 telah digunakan untuk mengeruk sedimentasi di sungai Cipamokolan.

Dalam laporannya, Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat Excavator itu mengemukakan, alber dan 13 dumtruck itu pertama digunakan untuk perataan tanah di pinggiran sungai, kemudian mengeruk sedimentasi di sungai itu seluas 4 × 100 m2 = 400 m2.

Selain itu, kata Dansektor 21, alber tersebut juga digunakan membuat akses jalan untuk mengangkut semua hasil pengerukan sedimentasi seberat 440 meter kubik (M3).

Hasil pengerukan sebagaimana dilaporkan oleh Dansubsektor 21-03 Cipamokolan Serma Yahuza kepada Dansektor 21 untuk mengangkut hasil pengerukan sedimentasi menggunakan 13 dumtruck.

Pengangkutan hasil pengerukan yang mencapai 110 rit × 4 M3 digunakan untuk pengurugan sawah warga yang akan dibangun perumahan di wilayah Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang.

Namun dalam penggunaan alat berat dan dumtruck untuk mengangkut hasil pengerukan itu juga Satgas Subsektor 03 Cipamokolan mengalami kendala, terhalang oleh bangunan material dan pabrik batu-bata.

"Mereka, katanya, berpatokan pada perintah Dansektor 21 tentang batas waktu pembongkarannya pada 8 Agustus 2019. Jadi masih ada sisa waktu." **