Minggu, 22 September 2019 | 21:06 WIB

Warga Akui Keberadaan Satgas citarum Harum Sektor 11 Sangat Menguntungkan

foto

Elly Susanto

Budi Maulana dam Sunaryo warga desa Kertamikti Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat (24/7/2019).

KAB. BANDUNG BARAT, indoartnews.com -- Sunaryo warga Desa Kertamukti RT 02/ 12 Kampung Sugihmukti Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat menilai adanya Satgas Citarum sangat menguntungkan. 

Hal ini diakui Sunaryo saat ditemui usai acara Sosialisasi Program Citarum Harum dan Nota Kesepahaman di kantor Desa Kertamikti, Rabu (24/7/2019) terkait keberadaan Satgas Citarum Harum terutama di Sektor 11.

Menurut Sunaryo dengan adanya Satgas Citarum Harum sebagai sebuah barokah khususnya bagi Desa Kertamukti, menyusul beberapa tahun ke belakang Pasir angin terkena bencana longsor yang bertubi- tubi sementara pihak pemerintahan Desa dengan mitra cai gabungan belum mampu mengatasi masalah tersebut. 

"Dengan adanya Satgas Citarum Harum saya sangat berterima kasih terutama kepada pak Firman  selaku Dansektor 11 dan jajarannya membantu kebutuhan warga masyarakat, karena selama beberapa tahun tidak dapat terairi, " kata Sunaryo. 

Di wilayah Pasir angin sekitar 350 hektar terutama Desa Kertamukti 250 hektaran, paling banyak, mudah-mudahan ada tindak lanjutnya, sehingga masyarakat mengetahui bagaimana cara pengaturan air yang baik dan dituntut kedisiplinannya dalam mengambil air. 

Sebelumnya di Desa Kertamukti terutama di daerah Sumurbandung banyak longsoran tanah dari tahun 2016-2018 sangat parah dan tidak dapat diatasi oleh masyarakat setempat. 

"Terutama dalam pengaturan air, namun akhirnya dapat direalisasikan oleh Satgas ini,  bocoran air banyak tertutup tanah terutama Sumurbandung,  Cipatat dan Sarimukti, sehingga saat ini dapat kembali normal", ujar Sunaryo. 

Sunaryo juga menambahkan dulu pengaturan air tidak merata karena ada oknum yang nakal, sehingga mudah-mudahan dengan adanya Satgas Citarum bisa diatasi, jika ada oknum yang nakal saya siap untuk melaporkannya. 

Hal yang sama juga diakui Budi Maulana warga RT 01/14 Desa Kertamukti menurut Budi setelah adanya  Satgas Citarum Harum  bagaikan emas.

"Adanya program Citarum Harum Itu sangat membantu bagi masyarakat, khususnya untuk para petani.  Karena di Desa kami setelah ada bencana longsor waktu itu wilayahnya tak teraliri. Tapi setelah adanya program Citarum Harum sebagian sudah terairi," tandas Budi.

Bahkan, timpal Budi pernah mendatangi kantor Danramil untuk melapor, namun tetap tidak menemukan solusi, sehingga pihaknya mengajak para petani untuk mencari solusi terbaik mengatasi masalah pesawahan yang tidak terairi.

"Sekitar 6 bulan yang lalu saya ngobrol ke pak Danramil, maaf pak saya bukan mencari masalah tapi mau menyelesaikan masalah, namun waktu itu belum ada penyelesain," kata Budi. 

Budi mengaku bukan petani tapi warga biasa yang memerlukan air, sehingga pihaknya berharap masyarakat mau bekerjasama dengan TNI, sehingga dengan adanya pak Firman selaku Dansektor 11 dan pasukannya  sangat membantu masyarakat.

Budi juga menjelaskan permasalahan pengairan yang tidak merata sebetulnya sudah ada jadwal pengairan dari hulu hingga hilir.

" Hari ini ke desa ini, besoknya ke desa itu. Tetapi ada oknum petugas air yang "bermain" yang bisa disogok untuk membuka saluran air irigasi, sehingga dibelokan ke wilyah yang membayar, sementara kepada yang haknya ditutup, akhirnya air tidak merata dan terjadi kekeringan di beberapa desa sekitar 4 tahunan. 

Menindaklanjuti hal itu Sektor 11 mengadakan sosialisasi dilanjut dengan nota kesepahaman tentang jadwal pengaliran air dan ditekankan siapapun yang melanggar terutama petugas air, akan berurusan dengan hukum.**