Minggu, 22 September 2019 | 21:06 WIB

Para Siswa SMA PGRI Rancaekek Tambah Wawasan Kelola Sampah

foto

Ken Zanindha

Usai ikuti acara Sosialisasi yang diadakan Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Randika dan Deni Ramdani berpoto bersama anggota Satgas 21 Lettu Saniyo, Kamis (25/7/2019).

BANDUNG, indoartnews.com - Melalui sosialisasi program Citarum Harum yang dilaksanakan Sektor 21 kepada masyarakat, khususnya sekolah-sekolah telah menambah wawasan mereka tentang kebersihan lingkungan dari sampah-sampah yang dibuang sembarangan, khususnya ke sungai.

Pemahaman tentang larangan buang sampah sembarangan dalam program Citarum Harum dilaksanakan Kamis (25/7-19) ke SMA PGRI Desa Bojongloa Kec. Rancaekek Kabupaten Bandung. Tanggapan siswa dan guru tentang Program Citarum Harum sangat positif menumbuhkan kesadaran di masyarakat, khususnya di kalangan para siswa. Seperti pendapat dua orang siswa SMA PGRI Rancaekek kelas 12 IPA 2, Randika Faturohman dan Deni.

Randika Faturohman menyatakan, pemahaman tentang pentingnya peranan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai menjadi salah satu tekad perlunya kesadaran setiap elemen masyarakat.

Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat berikan pemaparan tentang Program Citarum Harum di SMA PGRI Rancaekek, Kamis (25/7/2019).

"Khusus bagi saya, kata Randika, sosialisasi program Citarum Harum tentang pencemaran limbah, penanggulangan sampah dengan turun tangannya Pemerintah Pusat menugaskan kepada Satgas Citarum Harum untuk mengembalikan ekosistem Citarum."

Dengan begitu, katanya, masyarakat khusus dirinya jadi lebih tahu tentang pengelolaan sampah dan limbah harus dikelola atau dimusnahkan melalui incinerator dan jangan dibuang sembarang khususnya ke sungai.

Randika sendiri awalnya melihat di bantaran bebrapa sungai banyak berceceran sampah. Namun, saat ini hampir tidak berceceran lagi dan sudah tertib pembuangannya. Selain itu, katanya, Satgas Citarum Harum lebih tegas, tidak tebang pilih dalam penegakan hukumnya, baik bagi masyarakat mau pun pengusaha yang melanggar ketentuan.

Siswa lainnya di sekolah tersebut, Deni Ramdani menyatakan Satgas Citarum Harum telah menunjukkan karya positifnya sehingga khusus bagi para siswa telah menambah wawasan dalam upaya untuk menanggulangi dan pencegahan dengan cara dimusnahkan melalui alat incinerator/pemusnah sampah. Hal lainnya dengan program Citarum Harum tidak lagi terlihat sampah berserakan, baik di bantaran mau pun di aliran sungai. Di lain pihak juga telah menumbuhkan dorongan untuk bergotong royong mewujudkan program Citarum Harum.**