Senin, 16 Desember 2019 | 08:36 WIB

22 Dansektor Citarum Harum Hadiri Rapat Koordinasi

foto

Elly Susanto

BANDUNG, indoartnews.com - Seluruh Komandan Sektor Satgas Citarum hadiri rapat koordinasi Sekretariat Satgas dan Tim Satgas DAS Citarum di Posko Citarum Harum, Jalan Naripan 25 Bandung, Jumat (28/6/19). Rapat dipimpin ketua harian satgas dan dihadiri Asisten Deputi Diklat SDM, Iptek dan Budaya Maritim Tb Haeru Rahayu, Bappeda Jabar, serta berbagai stakeholder terkait.

Asisten Teritorial Kodam III Siliwangi, Kol Arh GTH Hasto Respatyo mewakili Wadansatgas Pangdam III Siliwangi dalam kesempatan rapat memaparkan tentang perkembangan yang telah dilakukan di masing masing sektor, mulai dari sektor pembibitan, sektor 1 hingga sektor 22.

"Secara periodik dilaksanakan rakor posko dengan seluruh dansektor, posko sektor-sektor terhubung dengan posko utama kodam, laporan dikirim, dianalisa dan didatabase untuk dilaporkan, di evaluasi dan menyusun rencana selanjutnya," ujar Kolonel Hasto.

Sementara, Ani selaku Kasubid Infrastruktur dan Kewilayahan III Bappeda Jabar menyebutkan bahwa rencana aksi program Citarum tahun 2019-2025 membutuhkan anggaran mencapai 16,1 Triliun rupiah.

"Untuk citarum ini kan anggaranya dari berbagai sumber, dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kota Kabupaten dan BUMN," ujar Ani, Kasubid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Jabar.

Secara total, kata Ani, dana yang dibutuhkan sampai tahun 2025 mencapai 16,1 Triliun. "APBN 47 persen, APBD Provinsi 33 persen, dan seterusnya," ucapnya.

Dari jumlah anggaran sebesar itu, lanjut Ani, rencana aksi program citarum yang paling banyak menyedot anggaran yakni penanganan persoalan persampahan.

"Anggaran paling besar dari rencana aksi ini memang persampahan, selanjutnya pengolahan sumber daya air, dan ketiga penanganan limbah industri",  pungkasnya.

Sementara, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat menambahkan bahwa selama ini satgas dilapangan dalam menjalankan rencana aksi dengan cara swadaya. Untuk itu ia berharap pemda sudah mulai dan bersama sama bergerak. 

Yusep juga mengungkapkan bahwa permasalahan bukan hanya di citarum saja. "Seperti di sektor 21, permasalahannya bukan hanya limbah cair industri saja, tapi sampah dan lainnya", ungkapnya di dalam forum rapat.**