Rabu, 16 Oktober 2019 | 05:18 WIB

Pencapaian Program Citarum Harum Sektor 21 Hingga Juni 2019

foto

Ken Zanindha

BANDUNG, indoartnews.com - program Citarum Harum hingga saat ini sudah berjalan selama 15 bulan. Sejumlah kegiatan telah dan sedang dilakukan Sektor 21 Program Citarum harum tersebar di 18 Subsektor.

Hal itu disampaikan Dansektor 21 Citarum harum Kolonel Inf. Yusep Sudrajat saat di konfirmasi di Posko Sektor 21 Komplek GPA Baleendah, Selasa (24/6/2019) 

Kegiatan tersebut meliputi bidang penghijauan dengan menanam 2640 pohon pola pencangkokan, adapun kendala yang dihadapi kurangnya kepedulian masyarakat terhadap penanaman dan pemeliharaan pohon. 

"Adapun jumlah luas tanah yang sudah di tanam ± 2.000 M diharapkan masyarakat menjaga kelestarian alam," ucap Yusep. 

Selain itu limbah domestik meliputi pembangunan MCK sebanyak 63 unit, pengerjaan masih dalam proses penyelesaian, begitupun dengan jumlah kolam resapan limbah ternak yang sudah dibuat. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi limbah rumah tangga dan ternak yang sudah di lakukan serta pembuatan TPS swadaya 150 unit, IPAL ternak tidak ada kendala yang dihadapi. 

Untuk hal menanggulangi sedimentasi dengan cara pengerukan sungai sepanjang 50 M dan pengadaan alat berat pengangkatan sedimentasi ± 25 M³ menggunakan alat berat berkoordinasi dengan Subsektor Solokan Jeruk dan pemerintahan terkait (BBWS).

"Hal lainnya, jumlah sampah yang sudah di angkat ± 5 ton menggunakan alat berat Exavator Long ARM (Kobelko), " tandas Yusep.

Pekerjaan lainnya meluputi penanganan banjir, yaitu titik banjir dengan kondisi awal banjir setinggi 1 meter di ruas jalan Mohammad Toha Bandung perempatan palasari 1 M dan surut dalam 1 minggu.

Selain itu di Kp.Sekeandur Ds.Cangkuang wetan Kondisi sekarang banjir surut, Kp. Bobojong Kel.Pasawahan dalam 2-3 hari dengan ketinggian banjir mencapai 30 CM s/d 1 M. 

Titik penampungan dan pengungsian korban banjir, tandas Yusep dengan luas wilayah yang terendam banjir ± 3 hektar. 

Pekerjaan lainnya papar Yusep, membuat keramba jaring apung dengan jumlah KJA di waduk. 

Untuk hal tersebut Yusep menilai tidak ada kendala, begitupun dengan upaya jumlah KJA yang sudah di tertibkan. 

Adapun limbah dari jumlah industri 385 PT dengan kondisi awal PT membuang limbah ke sungai, namun sudah di tertibkan 13 PT terpaksa dicor. 

Industri yang sudah melakukan upaya perbaikan sampai saat ini PT sudah berjumlah 40 PT mereka berkomitmen tidak membuang limbah yang belum normal ke sungai dan berkomitmen untuk mengolah lumbah tersebut terlebih dahulu. 

Sementara itu menurut Yusep industri yang masih bandel dan sering membuang limbah sampai bersih dengan limbah industri ke sungai sudah tidak ada dan kini tengah membangun IPAL, sementara Industri yang di berikan sangsi sosial sebanyak 3 PT. 

Hal lainnya yang dikerjakan pembuatan bak sampah, pengadaan pembuatan bak sampah progres 100% selesai. 

Di Subsektor 21 sebanyak 29 buah, 8 buah bak sampah telah diresmikan, selain itu pembuatan taman sebagai upaya mempercantik kawasan sebanyak 17 taman dalam proses pembuatan baru selesai 1 taman di wilayah Cipamokolan. 

Begitupun dengan pembenahan sarana Olahraga berupa perbaikan lapangan basket di Kp. Baleendah, namun Yusep menilai kurangnya kepedulian masyarakat terhadap hal itu. 

Selain itu perbaikan lapangan futsal di Kp. Baleendah terhadap sarana prasarana dalam proses pengerjaan dan perbaikan lapangan volly ball di Kp. Baleendah proses pengerjaannya telah rampung.**