Sabtu, 25 Mei 2019 | 19:56 WIB

Kol Yusep Sudrajat Temui Warga Ingatkan Pentingnya Jaga Lingkungan

foto

Elly Susanto

CIMAHI,- indoartnews.com - Melanjutkan semangat untuk mencapai Industri Bersih Kota Cimahi dalam mendukung program Citarum Harum, Komandan Sektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat temui warga untuk melakukan sosialisasi program Citarum Harum kepada warga Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin (22/4/19).

Di salah satu kediaman warga, tepatnya di RT 03, RW 16 Jalan Cibaligo Cibeureum, Kolonel Yusep Sudrajat menerangkan kepada puluhan warga yang hadir dari perwakilan RW 15,16, 26, dan RW 27 tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran warga dalam menjaga lingkungan dari pencemaran. Juga menyampaikan tugas Satgas Sektor 21 selama setahun lebih di wilayah Cimahi, khususnya wilayah Kecamatan Cimahi Selatan.

Menurut Dansektor 21, berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan, khususnya sungai ditombulkan dari beberapa faktor pencemaran, seperti limbah industri, limbah domestik (sampah rumah tangga), berbagai potensi pencemaran lainnya.

"Selama satu tahun kebelakang, Satgas Sektor 21 lebih berkonsentrasi menanggulangi permasalahan limbah industri, sudah banyak tindakan yang dilakukan, mulai dari tindakan preventif melalui peringatan untuk memperbaiki IPAL dan tindakan tegas berupa penutupan lubang pembuangan limbahnya", ujar Dansektor 21 dihadapan warga.

"Selama satu tahun ini, alhamdulillah sudah banyak pabrik atau industri yang mulai dan sudah melakukan pembenahan (IPAL)", tambahnya.

Kali ini, kata Dansektor 21, diharapkan masyarakat untuk saatnya memahami kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi, khususnya lingkungan sungai dari pencemaran limbah domestik dan sampah rumah tangga. 

Untuk itu, lanjut Dansektor 21, kedatangan kali ini saya akan memfasilitasi dan mediasikan antara warga dan pelaku industri yang berada di dekat pemukiman untuk melakukan kolaborasi demi lingkungan yang bersih.

"Selain melakukan sosialisasi, saya sebagai dansektor disini memediasikan antara warga dan pelaku industri. Mendengarkan apa yang diinginkan warga terkait pabrik yang berada dekat dengan pemukiman", ungkapnya.

"Selain pabrik melakukan pembenahan dan pengembangan IPAL nya, ada hal hal yang diperlukan warga untuk mendukung kebersihan lingkungan, sebagai kompensasi (CSR) yang akan diberikan untuk warga, bisa berupa MCK umum dan alat pembakaran sampah yang ramah lingkungan", tutur Yusep.

"Itu sudah menjadi pembicaraan awal saya kepada pihak pemilik perusahaan, dan sepakat akan membangun fasilitas umum itu untuk masyarakat", tegasnya.

"Apa yang menjadi keinginan masyarakat insya allah saya akan kawal terus untuk bisa direalisasikan di sekitar perusahaan Gucitex ini", janjinya.

"Dengan padatnya warga di Rw ini hampir seribu KK, sehingga sampah yang dihasilkan setiap hari kan luar biasa, banyak, ini perlu diselesaikan secara mandiri melalui alat pembakaran sampah sebagai alternatif", katanya.

"Kompensasi harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, bukan untuk perorangan. Kompensasi akan lebih baik jika dijadikan fasilitas umum, seperti Insenerator, WC umum, untuk menanggulangi permasalahan sampah," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Rw 16 Tini Kartini didampingi Ketua Rw 26 Aji, mengatakan bahwa persoalan sampah memang sangat rentan bagi warga. "Tapi karena sekarang ada satgas citarum, mudah mudahan program (insenerator dan MCK umum) bisa segera terealisasi untuk menanggulangi sampah yang ada di masyarakat", ungkapnya.

Sementara, Alwi Haidar Hidayatullah selaku tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan RW 16 mengungkapkan bahwa secara umum permasalahan sampah dan limbah di wilayah ini sudah hampir 10 tahun lebih. "Tetapi dengan kehadiran satgas citarum, sekarang permasalahan semakin terbuka", ujarnya.

Kami, kata Alwi, tentunya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada satgas citarum, "karena bisa merekomendasikan sekaligus bisa memfasilitasi kami untuk berkomunikasi antara warga dan pihak perusahaan, karena sebelumnya sangat minim perhatian kepada warga dan lingkungan sekitar", ungkapnya.

"Kami atasnama warga tentunya sangat berterimakasih dan sekarang menjadi terbuka, tidak hanya di satu program citarumnya saja, tetapi kebersihan lingkungan atau istilah agama, fikih lingkungan sangat terbantu. Tentunya ini akan menjadi harapan, harapan menjadi prioritas bagi warga juga perusahaan", pungkasnya.