Senin, 25 Maret 2019 | 12:26 WIB

Balum Inginkan Musik Instrumental Lebih Terkenal di Indonesia

foto

Elly Susanto

BANDUNG,- indoartnews.com --Rasa optimis masih harus ditingkatkan pada perkembangan musik instrumental di Indonesia. 

Hal itu diakui Balum setelah merilis single dan video klip musik instrumental terbaru berjudul Another Next Time. 

Menurut Balum saat menggelar acara Be A Guitar Hero with Balum di Panas Dalam Cafe, Jalan Ambon, Kota Bandung, Rabu (24/1/19) mengakui jika keinginannya ingim mengajak rekan sealiran musik.

"Semoga mereka juga mau bermunculan lah, nantinya kan orang bakalan tahu, oh ternyata musik instrumental sudah banyak," ujar Balum sambil menambahkan kalau segmentasi pasar musik instrumental masih abu-abu atau belum jelas.

Balum bernostalgia saat awal kuliah, menurut Balum dirinya pernah mengatakan kalau musik indie tak akan pernah mampu menjadi musik mainstream.

"Saudara saya malah pernah bilang musik indie gak bakal bisa jadi musik mainstream, lalu saya ngomong ke dia, justru lima tahun kedepan musik indie itu yang naik, sehingga para musisi yang kebetulan bergerak dan berpikiran yang sama, muncul band seperti Burgerkill, atau musik indie lainnya dan ternyata bisa," tutur Balum.

Balum meyakini jika pasar musik instrumen dapat diciptakan dengan sendirinya. "Market itu bisa dibuat, yang saya lihat sih oportunity aja, kita boleh melihat market itu belum ada, justru kita bisa lebih bebas membentuknya, emang harus konsisten terus bikin market nya," kata Balum dengan keyakinan, bahwa target pasar tersebut terbentuk dengan sendirinya, keyakinan Balum tersebut berdasarkan hasil riset yang sedang dilakukannya saat ini. 

"Yang pasti sih, buat saya pribadi apapun itu ujung tombaknya adalah media, jadi gimana caranya kita bisa meyakinkan media, musik seperti ini nantinya bisa berkembang, soalnya buat musik- musik yang baru itu kan perlu ekspos dan ekspos yang paling mudah, caranya dengan sharing sama media, entah itu feedback-nya bagus ataupun jelek," kata Balum.

Setidaknya, timpal Balum yang bernama lengkap Aditya Warman itu menjelaskan, ada feedback yang positif jika sharing dengan media. 

Sementara itu menurut Balum acara malam tersebut lebih kepada sharingi dan masukan dari pendengar yang hadir di acara tersebut. 

Pada acara Be A Guitar Hero with Balum, tampak hadir sejumlah pembicada seperti M. Andika, Agung Hellfrog (Burgerkill), Andre Vinsens (Jeruji),Yudi Adikusuma (Video Creator) dan Handy Hadiwikarta gitaris sekaligus komposer instrumental asal Bandung yang menyempatkan tampil menghibur para tamu undangan. 

Balum yang Bulan Maret nanti berusia 31 tahun menilai masukan dari mereka bisa dijadikan alat untuk mengembangkan diri, intinya bukan tentang seberapa jago bermain gitar, tapi bisa dikatakan sebagai diskusi.

"Acara ini menjadi pembelajaran banget buat saya, dan semua yang sudah banyak membantu di event saya,  media dan komunitas IGC," kata Balum.